Flechazo -Perjudian

 

fleca_zho2

[Dalang : Zulaipatnam | Park Chanyeol x Baek Sumin | R | Friendship. Romance. School Life. Family. Psychologi | Chaptered #17]

Buka matamu, dan

katakan siapa dirimu

Biarkan aku tahu semua rahasiamu

Tidak ada rasa enggan, tidak ada ketakutan

[Calvin Harris & Disiples – How Deep is Your Love]

  1. Dengan sedikit perombakan makna

 

 

#Flechazo©Zulaipatnam

 

 

Bukan saatnya bagi Chanyeol memikirkan taruhan atau kakaknya yang bersiap dengan kemenangan. Bagi Chanyeol semua itu tak penting, damn! Dia sudah mengatakan hal itu berkali-kali, yang ada dikepalanya adalah mendapatkan Sumin kembali. Kembali? Memangnya Chanyeol pernah mendapatkan Sumin? Entahlah! Semua kencan menye-menye mereka adalah PeDeKaTe gagal.

Drama sekolah akan berjalan esok hari di aula saat semua pelajaran sudah berakhir. Chanyeol punya rencana besar, Myungsoo yang pertama mencetuskan ide ‘kurang elit’, bagi Chanyeol rencana besar adalah mencium Sumin di atas panggung dan mendeklamirkan hubungan peliknya serta menjelaskan problematika ‘taruhan’ yang jadi jalan utama menuju hubungan mereka. Hanya saja Soojung dan Myungsoo sudah merencanakan semuanya, dia sudah memanggil Rachel si anak Teater untuk jadi pemeran pengganti Sumin, serta Baekhyun yang harus menghafalkan naskan milik Chanyeol, toh peran Baekhyun tidaklah penting –siapa pun bisa jadi pohon bukan?

Dijejalkan bakpao kedalam mulut, Jongdae nampak asik mencari lagu di JOOX, katanya sih untuk persiapan band mereka manggung minggu depan. Shit! Chanyeol tak pernah berfikir mengenai hal itu, yang ada dikepalanya hanya cara mendapatkan Sumin dan rencana elit nan luar biasa yang diminta Myungsoo demi kebaikan seorang Baek Sumin.

“Kau yakin cara ini akan berhasil?” Kyungsoo menepuk pundak Chanyeol, sedikit tersedak, Kyungsoo mengambil gelas berisi jus jambu Jongin. “Baekhyun kelihatan tak hafal naskah, dia berkeringat dingin saat Yoo Rachel yang judes itu bertukar dialog. Rencana kita bisa gagal jika tidak difikirkan secara matang.” Untuk hal mengatur strategi Kyungsoo memang ‘sedikit’ ahli. Sayang probelmatika mereka saat ini bukanlah ide cemerlang, melankan waktu. “Dalam 2 kali 24 jam Baekhyun dipaksa menghafal lembaran-lembaran kertas berisi dialog yang tak sedikit, serta konsekuensi mendapat bimbingan mental dari guru Song sudah terpampang jelas didepan mata. Kami bisa sekarat hanya untuk persoalan romantika. Aku tidak menjamin Sumin akan jadi cinta pertama dan terkahirmu Chanyeol, kau sudah mempertaruhkan banyak hal untuk gadis itu.” Bakpao diatas meja sudah habis, Jongdae masih asik dengan JOOXnya. “Bukan aku tak mau membantu, tapi semua akan jadi percuma jika kau-

“Aku benar-benar mencintai Sumin, Kyung. Kenapa kau masih mempermasalahkan hal itu sih?” Oke, Kyungsoo selalu mempermasalahkan hal kecil. Perhitungan detil harus dilakukan jika tak mau rugi. “Kau mencintainya, lantas bagaimana dengan Sumin?” Inilah yang pernah Chanyeol fikirkan, gadis itu selalu bertingkah terlalu ambigu. Gayanya seolah menutup sesuatu dan sok tertutup padahal tak banyak yang peduli dengan masalah gadis itu jika saja Chanyeol tak mengorek-ngoreknya bak anak kelinci minta kabur.

“Pembuktiannya adalah besok, kita selesaikan pentas drama dan kau selesaikan permasalahan cinta menye-menyemu. Kami ‘lumayan’ bosan dengan hanya memikirkan permasalah cinta satu orang yang tak punya dampak siknifikan untuk kami.”

“Bagaimana dengan lagu milik Cold Play, kalian suka?” Jongdae bersua ditengah suasana hening yang Chanyeol dan Kyungsoo ciptakan. Pemuda berwajah manis itu menatap Chanyeol yang terdiam, digoyang-goyangkan pundak kawannya dengan pelan. “Ayolah, tinggal seminggu dan kita belum menentukan lagu yang tepat.” Rengek Jongdae kali ini ditambah dengan menatap Kyungsoo penuh harap.

Pemuda Do itu menghela nafas, berdiri dari kursi kantin seraya berkata. “Besok kujamin Rachel dan Baekhyun bisa berakting dengan sempurna, tinggal kau yang harus bertutur dengan penuh romansa.” Tak menjawab kalimat Jongdae, Kyungsoo malah pergi, meninggalkan Chanyeol yang memikirkan betapa hubungannya sudah membuat teman-temannya mengambil konsekuensi lumayan besar.

“Kita jadi manggung kan?” Jongdae menaikkan suaranya, menarik Chanyeol pada keberadaan kawan sekelasnya yang sedikit antusias pada lomba band, mengesampingkan Jongin dengan gelas berisi jus jambu yang tinggal setengah.

 

#Flechazo©Zulaipatnam

 

Di anak tangga, Chanyeol mendapati Sumin mengutak-atik ponsel dengan tampang keruh. Sesekali beberapa siswa menyenggol tubuh Sumin karena posisinya yang ada ditengah jalan, tak menggubris hal itu, Sumin tetap sibuk dengan ponselnya, bahkan nampak menghubungi seseorang dan gagal.

Penasaran dengan hal itu, Chanyeol memilih mendekat, berbekal modus bertanya mengenai kesiapan pentas drama. Pemuda jakung itu menarik lengan Sumin, menyingkirkan si gadis dari jalur utama. “Kasih jalan yang lainnya Sumin.” Ungkap Chanyeol kala Sumin menatapnya dengan kaget, ada gelagat dimana ponselnya langsung dimasukkan kedalam saku rok, tak peduli panggilan yang tadi ia lakukan sudah tersambung. “Kau tidak mau mengangkatnya?” Tanya Chanyeol penasaran, Sumin menggeleng, mukanya pucat seperti maling ketahuan nyolong televisi.

Sunbae, boleh aku bertanya sesuatu?” Kegugupan menyertai kalimat gadis introvert satu ini. Chanyeol menarik nafas, bahkan disaat rencana sebenarnya belum terlaksana, Sumin sudah melangkah mendekat.

“Apa?”

“Kau pergi kerumahku bersama Soojung dan Myungsoo?”

“Myungsoo datang tidak bersama kami.”

“Untuk apa kau kesana?”

“Mencarimu tentunya.”

“Kenapa?”

“Ada hal yang harus kukatakan padamu.”

“Tentang?”

“Sesuatu yang penting.”

“Masalah taruhan?”

Chanyeol mengangguk, Sumin menelan ludah, tangannya masuk kedalam saku rok. “Kau tersinggung tentang taruhan itu?” Chanyeol mencoba menyinggung lebih. Sumin tersenyum tipis, kepalanya menggeleng pelan. “Kau tidak tersinggung?”

“Entahlah sunbae, aku juga tak faham apa yang kurasakan saat membaca pesan di ponselmu.”

“Maaf, aku tidak bermaksud.”

“Tak apa.” Sumin menarik ponsel dari saku roknya, terlihat panggilan dari seseorang, diusapnya layar ponsel. “Appa? Ada apa? –tentu, besok jam 2 siang, wali murid dari aktor dan aktrisnya akan duduk dibarisan paling depan. –bye.”

“Ayahmu akan datang?”

“Dia sangat senang mendengar aku jadi pemeran utama.”

 

#Flechazo©Zulaipatnam

 

Yoora memberikan kunci mobilnya dengan berat hati, mesin bercat hitam yang ia beli dengan susah payah dari gaji menjadi pembawa acara berita sungguh pantas untuk disayang. Memberikan kunci mobil pada Chanyeol sama dengan bunuh diri, adiknya tak mahir mengemudi, itu alasan kenapa setiap pagi Chanyeol naik bus kesekolah dan harus terima dibonceng oleh Baekhyun dengan motor jelek dua tak yang asap knalpotnya setara mesin penyemprot nyamuk.

“Kalau rencana ini berhasil, aku siap kau beri hukuman apa pun, APA PUN. Tapi jika semuanya jadi lebih kacau dan Sumin masih tak mau jadi pacarmu, kita lihat apa yang akan kau dapatkan dipagi hari little brother.” Chanyeol masih tak percaya jika kakaknya tetap memegang teguh taruhan dan hukuman. Fuck! Disaat seperti ini yang ada dikepala perempuan jomblo itu masih taruhan? Tidakkah Yoora sadar jika ide tidak elitnya itu malah membuat Chanyeol kesusahan, bahkan lebih parah lagi adalah harus berhadapan dengan pria pedofil. Await! Pria pedofil dan pembawa acara jomblo? Tidakkah mereka akan cocok?

“Kalau Sumin mau denganku. Nuna benar-benar siap dengan hukumannya kan?” Tampang Yoora sontak mengerut, sepertinya akan ada perubahan besar-besaran dalam hidupnya.

 

#Flechazo©Zulaipatnam

 

“Semua bersiap!” Teriak guru Song Jongki dengan naskah ditangan, pria bermata bulat dengan pipi gembil itu mengacak pinggang saat seluruh peserta drama melingkarinya, menjadikan Jongki pusat orbit. “Kita lakukan meditasi untuk permulaan, ingat peran kalian, resapi, lebur diri menjadi satu karena kalian telah berubah menjadi peran masing-masing. Rasakan, kecap, dan telan! Pahit, manis, dan apa pun yang akan kalian dapat diatas panggung adalah pengalaman.” Itu kata pembuka yang membuat standart otak seperti Jongdae dan Jongin melongo tak faham.

“Chanyeol, Sumin!” Keduanya maju, memang selalu tokoh utama yang dimeditasi pertama kali. Satu jam menjelang pementasan, dan satu jam pula keduanya harus merasakan duduk di lantai dingin dengan posisi bersila. “Pentas ini gagal jika kalian gagal.” Begitu pula hidup Chanyeol, dia akan gagal jika ide elit hari ini gagal.

Kyungsoo memberi kode bagi Yoo Rachel untuk bersiap, Baekhyun nampak cemas bukan main. Bayangkan si pohon yang bertransformasi jadi si Toba.

“Beri ruang bagi Chanyeol dan Sumin untuk meditasi, yang lainnya kita pindah ke atas panggung untuk persiapan terakhir.” Seolah memberi jalan terang, guru Song menggiring siswa-siswinya keatas panggung, meninggalkan Chanyeol dan Sumin di backstage. “Kalian bisa kan memulai meditasi tanpa bantuan saya?” Chanyeol mengangguk antusias, Sumin melirik sunbaenya.

 

#Flechazo©Zulaipatnam

 

Jika meditasi yang dimaksud guru song adalah duduk bersila, memejamkan mata, mengatur pola bernafas menjadi setenang mungkin, dan meresapi peran yang akan mereka mainkan. Maka itu salah! Karena meditasi yang Chanyeol lakukan adalah menarik lengan Sumin keluar dari backstage, tak peduli gadis itu meronta dan sesekali berteriak karena takut dengan ulah aneh sunbaenya.

Mobil Yoora parkir di halaman sekolah. Bagaimana bisa?

“Cepat Chan!” Myungsoo membuka pintu, sekarang Chanyeol faham kenapa mobil berat itu bisa pindah tempat. Sumin menatap Myungsoo penuh kaget, Chanyeol memanfaatkannya untuk mendorong gadis kurus itu kekursi penumpang. “Thanks.” Ucap Chanyeol pada Myungsoo.

“Ada apa ini sunbae?” Cemas Sumin bukan main, bagaimana tidak jika kau disekap didalam mobil yang melaju di jalanan utama dengan kecepatan melebihi 80 km/jam. Oke, itu memang tidak terlalu cepat, tapi masalahnya Chanyeol yang mengemudi, bannya belok ke kanan-kiri tak stabil, Yoora bisa marah besar jika tahu cara mengemudi adiknya yang masih sangat amatiran. “Sunbae, guru Song meminta kita untuk meditasi, bukan kabur dari pentas drama.” Peringat Sumin yang ‘mungkin’ berfikir jika Chanyeol amat gugub sehingga berfikir untuk kabur. Tapi tunggu!

“Kenapa Myungsoo bisa mengemudikan mobilmu?” Kecurigaan Sumin mulai muncul, semua tahu jika Chanyeol tak begitu dekat dengan Myungsoo, lalu dua orang yang tak begitu dekat bisa begitu saja meminjamkan mobil? Aneh bukan. “Pentas drama kita akan mulai 20 menit lagi.” Cemas Sumin bukan main, bisa-bisa ia gagal dimasa remaja. Chanyeol terlalu fokus pada kemudi dan jalan raya, adrenalinnya benar-benar dipacu saat ia mengendarai mobil untuk ke 4 kalinya dijalan raya, ditambah keadaannya yang membawa kabur anak orang.

 

#Flechazo©Zulaipatnam

 

Toba hanya seorang petani miskin di daerahnya, saking miskinnya ia harus memancing ikan untuk sarapan.’

Narasi dari narator mulai terdengar, yang membuat guru Song mulai menarik nafas dan berwajah merah padam adalah tak adanya Park Chanyeol yang masuk membawa pancing, malah Byun Baekhyun dengan langkah gontai. Sontak guru Song menoleh pada Park Bogum, sama seperti guru Song, Bogum juga nampak bingung, secepat kilat ia berlari kebalik panggung, tak peduli akan dialog dan akting Baekhyun yang –damn! Dia berakting kelewat bagus ketimbang Chanyeol.

“Mana Chanyeol?” Teriaknya dengan kalap, Soojung diam saja, dia tak mau angkat bicara, malah mata Bogum tertuju pada Rachel yang bersiap dengan kostum yang harusya dipakai Sumin. “Kenapa dia bisa ada disini?” Tunjuk Bogum pada Rachel.

“Aku mengambil alih peran Sumin, dia izin karena kram menstruasi.” Kebohongan Rachel sungguh berjalan lancar, seolah gadis berponi tebal itu biasa melakukannya. Soojung menganga tak percaya, darimana ide kram menstruasi itu muncul?

“Tap, tapi kau kan-

“Aku hafal naskah, aku pintar berimprofisasi, kau tahukan kemahiranku dikelas Teater.” Dengarlah kearoganan gadis bernama Yoo Rachel itu, Bogum sudah stres berat, ditendangnya kursi yang berada paling dekat. “Jika kau dan Baekhyun mengacaukan pentas drama ini, kujamin kalian berdua tinggal tunggu surat panggilan dari BK.” Geran Bogum keluar dari backstage.

“Kau fikir aku tidak kebal hukum apa?” Sahut Rachel tenang.

 

#Flechazo©Zulaipatnam

 

Mobil Yoora mogok, itu kesalahan otak Chanyeol yang berfikir jika kakaknya akan memberikan fasilitas full free padanya secara cuma-cuma. Tanki bensin sudah kosong dan ia tak menyadarinya dari kemarin. Menggeram kesal, Sumin melongok kedepan, mengehla nafas legah karena mereka masih ada di pojokan kota Seoul, sebuah dermaga dengan laut biru.

“Kenapa kau melakukan semua ini sunbae?”Tanya Sumin akhirnya, gadis itu nampak lelah dan pasrah. Biarlah nilainya berkurang dan siap dihujat oleh guru Song. Yang ada sekarang adalah alasan kenapa Chanyeol mau melakukan hal sejauh ini. “Jika semua yang sunbae lakukan karena masalah taruhan, aku bersumpah sudah melupakan hal itu.” Imbuh Sumin berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Chanyeol, tentu alasan utamanya adalah untuk keluar dari mobil dan mencegat taxi untuk kembali ke sekolah. Ayahnya bisa marah besar dan menganggapnya penipu jika sampai dirinya tak ada diatas panggung.

Chanyeol yang mencengkram kemudi dengan kepala teleng ke kanan menghela nafas dalam, deburan ombak di laut tak bisa menenangkan fikirannya. Ada kemelut yang terus-terusan menggulung fikiran Chanyeol. ‘Ibu Sumin hanya siswi JHS kelas 2, sementara usia Ayahnya sudah 35 tahun. Ibu Sumin diperkosa dan bunuh diri usai Sumin lahir. Tumbuh bersama pria kasar yang membawa banyak perempuan kerumah, Sumin tentu merasa malu, itu alasan kenapa dia menutup diri, beberapa tetangga kerap bergunjing dibelakangnya, terlebih jika beberapa siswi berseragam masuk kerumah Sumin.’ Sebegitu keraskah hidup Sumin? Dari kaca depan, dapat Chanyeol saksikan Sumin yang tak bersua, nampak begitu cemas dan lelah.

Lalu, kenapa dia harus membawa Sumin pergi sejauh ini dari pentas drama? Dari Ayahnya? Bukankah membuat Ayah Sumin bahagia dengan prestasi putrinya adalah satu langkah besar agar hubungan mereka lebih dekat?

Apa rencana super elit Myungsoo hanya jebakan?

Jebakan agar hubungan Sumin dan Ayahnya semakin buruk dan Sumin semakin membenci Chanyeol?

Myungsoo sepertinya naksis Sumin, sunbae.’ Sedikit yang bisa Chanyeol ingat dari kalimat Soojung saat mereka pulang dari rumah Sumin beberapa hari lalu. Jika benar begitu, apa Myungsoo akan memanfaatkan situasi ini guna menjilat Ayah Sumin? Damn! Semoga saja dugaan Chanyeol tidak benar.

“Katakan apa tujuanmu melakukan semua hal nekat ini Sunbae?” Desah Sumin dari belakang, Chanyeol menoleh, Sumin menatap langsung pada matanya. “Apa yang kau mau dariku?”

Terlihat Chanyeol menarik nafas dalam, sedalam yang ia bisa. ‘Aku tidak menjamin Sumin akan jadi cinta pertama dan terkahirmu Chanyeol, kau sudah mempertaruhkan banyak hal untuk gadis itu.’ Yah, Chanyeol memang sudah bertaruh terlalu banyak, tak bisa jika perjudiannya gagal, setidaknya Chanyeol harus untung beberapa prosen dari perjudian ini, hidupnya adalah taruhan, dan perasaannya adalah harapan.

“Kita keluar!” Ajak Chanyeol yang terlebih dahulu keluar mobil, disusul dengan Sumin yang ia bukakan pintu. Mereka nampak aneh dengan kostum ala etnik Indonesia. Sebagian orang memperhatikan, Sumin melakukan aksi jitu, surai panjangnya ia gunakan sebagai alat menutup diri, sementara Chanyeol? Pemuda itu cuma bisa cengengesan saat orang-orang memandanngnya aneh.

“Soal taruhan,” Chanyeol memulai, Sumin berada dibelakang punggungnya, memandangi sosok jakung yang belakangan ini membuatnya sering berfikir jika dia pantas mendapatkan seseorang. “awalnya hanya taruhan, tapi yang kuajukan adalah dirimu, bukan memilih secara acak dari beberapa gadis disekolah. Aku memilihmu karena aku mau, bukan karena teman-temanku mengeluarkan stok gadis populer dan cantik yang sulit kudapatkan, itu bukan berarti kau tak cantik, tapi entahlah,” Chanyeol menarik nafas. “seperti saat kita tiba-tiba suka dengan aroma bensin.”

“Bensin?” Beo Sumin terkejut.

Chanyeol mengedikkan bahu. “Bisakah kita berkencan?”

Sunbae?”

“Hanya berkencan, aku saja tidak yakin jika kita bisa terus bersama. Apa salahnya sih mencoba?” Yakinnya pada diri sendiri. “Kalau hubungan kita hanya cinta monyet aku terima.”

Sun –Sunbae?”

“Kita hanya perlu saling mengenal setelah ini.” Mengenalmu lebih dalam, mencari tahu alasan kenapa kau begitu pendiam.

Sumin menatap punggung Chanyeol, bahan kain dari pakaian yang Chanyeol kenakan bergoyang diterpa angin. “Sunbae tidak jijik dengan rumor Ayahku yang seorang pedofil?”

“Dia ayahmu, kau dan Ayahmu tentu berbeda, aku berkencan denganmu, bukan Ayahmu.”

Semakin Sumin terhipnotis pada punggung tegap Chanyeol, melangkah enggan, gadis itu mengangkat tangan, mencengkram pinggiran pakaian Chanyeol. Secepat kilat Sumin merangkul tubuh Chanyeol dari belakang, menenggelamkan wajahnya pada pertengahan punggung. Tak ada suara, Chanyeol masih tak percaya dengan yang Sumin lakukan.

Hari itu, pembicaraan mengenai dua remaja yang memakai pakaian aneh beredar di dermaga.

 

#Flechazo©Zulaipatnam

 

Fuck!!!!

Maafkan saya semuanya!!! Terakhir Mbok Ila ngasih kabar kalau bagian nulis Flech udah sampai saya kayaknya sih bulan November akhir –mungkin, ah lupa! Dan sekarang sudah Februari, yeaaayyyy!!!. Bukan bermaksud ngolor waktu atau apalah, saya beneran nggak punya ide buat nulis flech, sumfeh konliknya banyak banget, dan hubungan Chan ama Sumin maju mundur gitu, jadi pusing pala mau diapain ini FF. Dan setelah ngetrack dengan medan yang FUN serta hadiah yang memuaskan hati, adalah sedikit ide buat Flech. Wkwkwkw jadi bermodal baca part 16 saya bikin cerita ini saya nulis bagian ini dengan hati deg deg. Entah ada keambiguan atau kesalahan konflik yang tidak sinkron dengan cp sebelum-sebelumnya saya minta maaf.

Kalian semua luar biasa. Dari cp 1 sampai hampir ending tetap setia. Seneng bisa kenalan ‘meskipun nggak akrab sama sekali’ dengan kalian. Byeeee. Sampai jumpa di ending Flech (yang sebenarnya itu jatah saya!!!!!)

 

  1. Tanpa melewati pembetaan dari diri sendiri mau pun orang lain.

NBB. Jadi apa nggak Flech dibukukan?

Iklan

25 tanggapan untuk “Flechazo -Perjudian

  1. JULE AIYEM KAMIIIIIIIIIIIIIIIIING~
    sorry lama, cuci piring dulu /gapentingplisss/

    jadi, pertanyaan pertama teh ini udah “end” apa belom? tapi menilik si sumin belom jawab berarti belom ya? /dikeplak/
    aaaaaaaaaaaak btw aku rada bingung sama perwujudan myungsoo yang pas chan sama sumin kabur, itu jadi dia ada di dalem mobil ga sih? /sepertinya aku butuh baca dua kali lagi untuk merepasi ini. abisan tbh banget chap sebelumnya aja udah lupa-lupa inget terus ga kamu kasih link yang sebelum-sebelumnya jadi gatau kalo ini udah keluar hehehe
    dan demi apa kenapa ada song jongki sama bogum mana bogum jadi guru galak gitu aiguuu aku mau ngekek aja………dan bekhyun dewalah dua hari apal naskah drama uyeaaaah~

    dan mas jongdeeeeeee huhuw sinih kamu mas tak pukpuk dulu jadi kacang gitu hahahahahahahahahahahaha sian bat sih, harusnya rusuh band nya sama jongin sama sehun aja yang lagi nganggur tuh /plak/

    btw lagiiiiiiiiiiiiii, sian bat bapaknya sumin nanti udah dateng-dateng e anaknya ilang dibawa kabur chanyeol huhuhuwww

    udahlah jul sekian sampah tak bermutukuuu, akhirnya kelaar juga sampe penulis terakhir bhaq

    bhabay

    xx tifaa ❤

  2. Mbokdhe, wkwkwk
    Wasik pekkk chapter iki. Sejak kapan chanyeol dadi manly ngono? Bahagia aku. Rachel lak mesti dislempitno. Koyoke dirimu ngeship nemen mbek baek x jiwon se mbok
    Iku seng ibu e suminarek esempe meteng trs bunuh diri sing ngarang awakmu opo author2 sakdurunge mbok? Sori aku wes suwe gak ngikuti ff iki.
    Suwangar rek ibu e arek JHs wkwkwkwk. Bapak e rusakk

    1. Ngarang dewe aku. Tapi mbuh se leknwes anok seng gawe ngunu. Aku bermodal part 16 tok Vy. Bosen lah karo Chan seng menye-menye cenderung pelo. Kan wes tak kandani aku ngefams banget karo bapak Pedo e Sumin. Dan biarkan Jiwon ama Baek berada dalam imajinasiku untuk semua ff.

  3. Ini fanfic gaya zul bgt. Jujur chap ini beda auranya sama chap2 sebelumnya,
    1. Karakter chanyeol jadi manli bgt, pdhal sblum2nya dia cowo payah 😂
    2. Suminnya juga berubah lebih realistis…. 😂😂

    Bagian terakhir sungguh kaya baca fanfic beda, aura mereka manis bgt…
    Dan thx buat rachel – baekhyun 😉
    Ok zul, aku ga bilang chap ini bes a dalam artian buruk, tapi beda karena lebih ngefeel… 😙😙

    100 jempol buat chap ini…

    Ps. Bukannya mamah sumin masih ada ya sama adeknya? Atau disini myungsoo boong?

    1. Nah loh. Aku miss kan bagian itu, sumprit aku nulis nggak pakek baca yang dulu2 mbok cuma modal CP sebelumya doank.
      Aku bosen sama Chanyeol yang menye cenderung oon trus si sumin yang sok tetutup tapi dianya yah gag bgetu penting di lingkungan. Wkwkw. Aduh makasoh uda di komen.

  4. Huaaaahh liat adegan terakhi Chanyeol sama Sumin itu kayak akhir legendaaaa ;-; aku nggak nyangka dramanya bisa sampai sejauh iniii beneran ;-; dan sepertinya Lee Jongsuk di Flechazo sudah musnah sendirinya ahahahahaha XD btw maafkan daku yang telat datang ;-; aku kira ini akhirnya dan ternyata masih belum … Oh may om Jongki pun datang ;-; #nangisdarah good job Kak Jul, akg suka banget sama alur ceritanya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s